Zefanya
Zefanya adalah seorang nabi. Dia hidup di zaman Raja Yosia di Kerajaan Yehuda. Meskipun Raja Yosia menghancurkan penyembahan berhala di Yerusalem, tetapi dosa umat Allah sudah terlalu parah. Mereka kelihatannya menyembah Allah, tetapi hati mereka sebenarnya masih suka kepada berhala. Kita juga seperti itu. Kita beribadah ke gereja, tetapi hati kita lebih suka yang lain. Kita lebih suka mainan, HP, hobi kita daripada Alkitab. Begitu juga umat Allah pada waktu itu. Maka Zefanya terus memberi peringatan kepada umat Allah. Dia menyampaikan tentang datangnya “hari TUHAN”. “Hari TUHAN” adalah hari datangnya hukuman Allah bagi umat-Nya yang tidak bertobat. Zefanya ingin menunjukkan bahwa Allah itu adil. Orang berdosa pasti dihukum. Semua orang baik tua, muda, rakyat, pemerintah, dan bahkan imam sekalipun tidak terkecuali, semua pasti dihukum karena dosa. Namun, Zefanya juga mengingatkan umat Allah bahwa Allah mereka juga adalah Allah yang kasih. Oleh karena itu, “hari TUHAN” juga berarti hari yang penuh pengharapan. Allah berjanji akan memulihkan sisa umat-Nya yang bertobat. “Hari TUHAN” adalah saat Allah hadir di tengah umat-Nya dan akan memperbaiki segala yang rusak. Dengan demikian, kedatangan “hari TUHAN” tidak hanya merupakan bentuk nyata dari penghakiman Allah, tetapi juga memberikan pengharapan bagi umat-Nya yang setia.
Alkitab terus memberitakan tentang “hari TUHAN” kepada kita. Saat ini, kita semua sedang menunggu “hari TUHAN” yang paling akhir tiba. Itu adalah hari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. “Hari TUHAN” itu bisa datang kapan saja. Mari kita selalu bersiap-siap. Jangan sampai ketika Tuhan datang, kita tidak setia kepada-Nya.

