Yunus
Ketika mendengar nama Yunus, kita pasti langsung ingat, “Yunus yang ditelan ikan besar itu!” Betul sekali. Yunus diutus Allah untuk pergi ke Niniwe. Niniwe adalah kota yang sangat besar, tetapi orang-orang di sana sangat jahat dan berdosa. Allah mengutus Yunus untuk memperingatkan mereka. Allah mau orang-orang Niniwe bertobat. Namun Yunus malah pergi ke tempat lain. Dia tidak mau ke Niniwe. Akhirnya Yunus naik kapal pergi ke kota lain. Di tengah perjalanan, Allah memunculkan badai besar. Semua orang di kapal sangat ketakutan. Mereka berdoa kepada dewa mereka, tetapi badai tidak berhenti. Bagaimana dengan Yunus? Yunus ternyata sedang tidur. Pemimpin kapal membangunkan Yunus, “Bagaimana mungkin kamu bisa tidur nyenyak? Kita akan mati karena badai. Bangunlah, berdoalah juga kepada Allahmu. Siapa tahu Allahmu mendengar dan badai berhenti.” Akhirnya mereka tahu, Yunuslah penyebab badai itu. Yunus berkata, “Buanglah aku ke laut. Allahku Pencipta darat dan laut. Dia yang mendatangkan badai itu karena aku.” Ketika Yunus dibuang ke laut, Allah mengutus ikan besar untuk menelan Yunus. Setelah tiga hari, Yunus keluar dari perut ikan. Yunus sekarang mau taat. Dia pergi kepada orang-orang Niniwe dan berkata, “Empat puluh hari lagi Niniwe akan dihancurkan!” Sungguh ajaib, seluruh orang Niniwe dari raja sampai rakyat bertobat! Maka Allah tidak jadi menghancurkan Niniwe. Namun Yunus malah marah. Dia tahu Allah Maha Kasih, Allah pasti mau menyelamatkan Niniwe. Namun Yunus tidak senang dan rela Allah mengasihi Niniwe yang jahat.
Hari ini pertanyaannya, apakah ada orang yang jahat kepada kita? Apakah ada orang yang kita tidak suka? Apakah kita mengasihi musuh-musuh kita? Allah mengasihi mereka. Allah mau mereka bertobat dan diselamatkan. Mari kita belajar seperti Allah. Kita juga mau mengasihi orang-orang yang jahat kepada kita. Kita mau mengasihi musuh kita, karena Allah mengasihi mereka.

