Stefanus
Pada waktu gereja mula-mula terbentuk, ada beberapa orang yang ditunjuk untuk membantu para rasul melayani jemaat. Salah satu dari mereka bernama Stefanus. Stefanus adalah orang yang dipenuhi Roh Kudus. Dia melayani dengan segenap hati dan pelayanannya disertai oleh Allah.
Namun, meskipun Stefanus giat melayani dan banyak orang terberkati melalui pelayanannya, ada yang tidak suka dengan Stefanus. Beberapa orang Yahudi, para tua-tua, dan pemuka agama Yahudi membenci Stefanus. Kenapa? Apakah karena Stefanus jahat? Tidak. Stefanus dibenci karena dia percaya kepada Tuhan Yesus dan karena dia memberitakan nama Yesus kepada sesamanya. Stefanus pun diancam akan dibunuh oleh orang-orang Yahudi yang tidak suka dengan Tuhan Yesus.
Apakah Stefanus takut? Tidak. Stefanus makin berani menyatakan nama Yesus. Orang-orang Yahudi sudah tidak tahan dan akhirnya menyeret Stefanus. Mereka mengambil batu dan mulai melempari Stefanus dengan batu. Stefanus terus dilempari dengan banyak batu, sampai akhirnya Stefanus mati dan menjadi martir pertama tercatat di dalam Alkitab Perjanjian Baru. Martir adalah orang-orang yang mati karena iman mereka kepada Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus pernah berkata bahwa jika kita mau ikut Tuhan Yesus, kita harus menderita. Kenapa? Karena dunia ini membenci Tuhan Yesus. Stefanus telah menjadi teladan bagi kita tentang apa artinya mengikut Yesus. Menjadi pengikut Yesus berarti harus berani bersaksi. Kita tidak boleh malu menyatakan bahwa kita pengikut Tuhan Yesus, meskipun kita akan dibenci oleh teman-teman kita.
Kiranya Allah memberikan kita kekuatan kepada kita, agar di tengah kesulitan, penderitaan dan bahkan kematian, kita boleh terus ikut Yesus, seperti sebuah lagu yang terkenal itu:
Mengikut Yesus keputusanku,
Mengikut Yesus keputusanku,
Mengikut Yesus keputusanku,
‘Ku tak ingkar, ‘Ku tak ingkar
(Lagu Tradisional India)

