Perumpamaan Seorang Penabur (3) – Benih yang Jatuh di Tengah Semak Duri
“Hore, aku naik kelas, aku bisa dapat hadiah!”, kata Michael sambil melompat. Michael senang sekali. Michael dapat sepeda kesukaannya. Dia mainkan setiap hari di halaman rumah. Suatu hari, saat Michael sedang istirahat, adiknya Michael mau meminjam sepeda. Tetapi, Michael takut adiknya memainkan sepedanya. Michael takut sepedanya rusak. Michael takut tidak bisa bermain sepeda lagi. Akhirnya, Michael tidak mau meminjamkannya.
Padahal papa mama bilang, kalau bermain harus berbagi bersama Adik. Alkitab mengajarkan Michael untuk mengasihi sesama (Mat. 22:39). Dan Michael bisa mengasihi adiknya dengan berbagi mainan. Michael tahu firman Tuhan ini, tetapi Michael takut kehilangan sepedanya. Michael tidak mau berbagi. Michael tidak taat papa mama. Michael tidak taat firman Tuhan.
Michael seperti benih yang jatuh di tengah semak duri (Mat. 13:7). Michael sudah mendengar pesan papa mama. Michael sudah tahu firman Tuhan. Michael mengerti harus berbagi bersama adik. Tetapi, Michael tetap takut kehilangan sepeda. Michael takut untuk berbagi. Ketakutan Michael membuat Michael tidak melakukan firman Tuhan.
Anak-anak mari kita kita lawan rasa takut. Kita tetap harus taat firman Tuhan, walaupun kita mungkin akan rugi. Mari kita berani melakukan firman Tuhan. Kiranya Tuhan menolong kita.

