Kesabaran
Kita sering tidak sabar menghadapi orang lain. Kita gampang marah ketika bertemu dengan orang yang berbuat sesuatu yang tidak kita sukai. Misalnya ada teman di sekolah yang tidak sengaja menumpahkan minuman ke baju kita, kita akan marah kepada dia. Atau misalnya teman kita tidak sengaja menghilangkan pensil kita, kita pun akan marah kepadanya dan mungkin memusuhi dia. Banyak hal yang bisa membuat kita marah. Kita sulit menahan diri dan bersabar terhadap orang lain. Apakah kita boleh seperti itu? Tentu tidak.
Allah memberikan teladan kepada kita tentang kesabaran. Allah kita adalah Allah yang panjang sabar. Allah tidak langsung menghukum kita ketika kita berbuat dosa. Ia selalu bersabar untuk memberikan kita kesempatan bertobat. Allah memberikan kita teguran untuk membuat kita sadar akan dosa dan mau bertobat. Meskipun kita melanggar perintah Allah berkali-kali, tetapi Allah terus bersabar menghadapi kita.
Oleh karena itu, kita seharusnya meneladani Allah. Kita harus menjadi orang yang sabar menghadapi orang lain, meskipun orang tersebut melakukan sesuatu yang tidak kita sukai. Seperti Allah yang bersabar kepada kita, kita pun harus bersabar kepada orang lain. Kita berdoa dan berharap agar dia menyadari kesalahannya. Sama seperti Allah bersabar terhadap kita, kiranya kita belajar bersabar terhadap orang lain. Sama seperti Allah menunggu kita bertobat di dalam kesabaran-Nya terhadap kita, kiranya kita mendoakan dan mengharapkan orang lain bertobat. Kiranya Tuhan menolong kita belajar sabar!

