Artikel Renungan

Kelemahlembutan

December 18, 2025

Tidak semua orang menyukai kita. Kadang ada orang yang tidak menyukai kita dan menganggap kita musuh. Orang itu akan membenci kita. Dia akan selalu melihat hal-hal yang kurang baik dari kita. Semua yang kita lakukan akan salah di mata orang tersebut. Bahkan ketika kita ingin berbuat baik pun, dia akan menganggapnya sesuatu yang jahat. Bagaimana kita meresponi orang seperti ini? Apakah kita membalas dengan membencinya juga? Tentu tidak.

Alkitab mengatakan, kita harus memiliki hati yang lemah lembut. Lemah lembut tidak berarti lemah. Lemah lembut berarti kita memiliki hati yang penuh kasih. Kelemahlembutan ditunjukkan melalui kasih kita kepada orang yang membenci kita. Ketika kita dibenci, disakiti, dijahati, kita tidak membalasnya dengan hal yang sama jahatnya. Kita justru membalasnya dengan kesabaran, cinta kasih, dan perbuatan baik. Dalam hal inilah kita meneladani Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tidak membenci orang yang menyalibkan Dia. Tuhan Yesus justru mendoakan orang yang menyalibkan Dia agar Bapa mengampuni mereka. Itulah kelemahlembutan. Sebagai anak Tuhan, kita harus mengikuti apa yang Tuhan Yesus lakukan. Dengan cinta kasih, kita menghadirkan kelemahlembutan terhadap sesama kita.