Daniel
Sekali mendengar nama Daniel, kita pasti langsung teringat kisah Daniel di goa singa. Dari kisah itu, kita tahu bahwa Daniel adalah seorang yang berani dan setia kepada Allah. Meskipun harus mati, Daniel tetap memilih taat kepada Allah. Kesetiaan Daniel kepada Allah sebenarnya sudah terlihat dari awal Daniel dibawa ke Babel.
Ketika Kerajaan Selatan dikalahkan oleh Kerajaan Babel, Raja Babel memerintahkan untuk mengangkut orang-orang muda yang pandai ke Babel. Mereka disuruh bekerja di dalam istana dan mereka dididik terlebih dahulu selama tiga tahun. Setiap hari mereka juga diberikan makanan dan minuman yang sudah didoakan dan dipersembahkan kepada dewa-dewa Babel, namun Daniel menolaknya. Daniel meminta pegawai istana untuk memberi dia sayur dan air saja dan Allah menyertai dia. Meskipun hanya makan sayur dan minum air, Daniel lebih sehat daripada semua orang muda lainnya. Allah juga memberikan kepadanya pengetahuan dan kepandaian serta pengertian tentang berbagai penglihatan dan mimpi. Sampai tiba waktu tiga tahun, Daniel dipanggil menghadap raja. Raja menemukan bahwa semua pertanyaan raja yang memerlukan kebijaksanaan bisa dijawab oleh Daniel, bahkan sepuluh kali lipat lebih cerdas dari semua orang pandai lainnya.
Mari kita hidup seperti Daniel! Hidup setia kepada Allah dan tidak berarti hidup kita menjadi enak, kaya, dan lancar. Namun Allah berjanji bahwa Dia akan selalu beserta dengan kita di dalam segala kesulitan. Daniel percaya janji Allah itu. Dia berani hidup setia kepada Allah meskipun diancam akan dibunuh. Mari kita juga percaya dan hidup setia kepada Allah!
