- Dosa sebagai status
Status berdosa ini melekat kepada setiap manusia yang hidup di dunia dan tidak bisa
lepas selama Allah tidak melepaskannya. Karena kita berdosa kepada Allah, maka
hanya Allah yang bisa melepaskan kita, mengampuni dosa kita.
- Dosa bersifat Pribadi
Dosa merupakan sesuatu yang dilakukan manusia secara pribadi. Tidak mungkin dosa
yang kita lakukan itu menjadi dosanya teman kita juga, padahal teman kita itu tidak
melakukannya. Semua manusia berbuat dosa, karena status berdosa itu membuat kita
hanya menghasilkan perbuatan dosa. Semua tindakan manusia selalu menuju kepada
pelanggaran terhadap ketetapan dan hukum Allah, karena manusia berstatus dosa ini
tidak tahu lagi mana yang benar, yang sesuai kehendak Allah, dan yang sempurna.
Karena semua manusia melakukan dosa, semua manusia akan dihukum sesuai
perbuatan dosanya. Semua manusia harus bertanggung jawab kepada Allah secara
pribadi atas perbuatannya.
- Dosa sebagai Kebiasaan
Keberdosaan juga menyebabkan manusia terikat dalam keberdosaannya. Kita sulit
melepaskannya dan menjadi terbiasa dengan dosa itu. Bukan itu saja, kebiasaan kita
akhirnya bisa menularkan kepada orang lain. Alkitab mengatakan, jika kita bergaul
dengan orang fasik/jahat akan menjadikan kita juga menjadi fasik (Ams. 11:9).
Seseorang yang dibesarkan dan tinggal dalam lingkungan yang jahat akan mudah
untuk jatuh dalam kejahatan, apalagi pada dasarnya ia juga sudah jahat karena status
keberdosaannya. Akhirnya, kerusakan menular dari satu kepada lainnya. Keberdosaan
menjadi kebiasaan di mana-mana dan kita tidak mampu melepaskan diri kita darinya.
Post Views: 482