Kemurahan
Kemurahan bukan berarti jual murah atau murahan. Sama seperti anugerah Allah yang diberikan secara gratis (cuma-cuma) tetapi tidak murah dan murahan. Kemurahan berasal dari kata “khrestotes” yang artinya adalah kebaikan hati yang dipenuhi dengan kasih sayang. Kemurahan sebagai buah dari Roh Kudus mempunyai arti tidak hanya sekadar memberi sesuatu, tetapi bersedia ikut merasakan apa yang orang lain rasakan, ikut merasakan kesusahan atau kesedihan yang orang lain alami, dan dengan tindakan yang nyata membantu menyelesaikan pergumulan atau persoalan yang mereka hadapi dan butuhkan. Kita pernah memberikan bantuan kepada orang lain yang membutuhkan, mungkin itu pakaian layak pakai, bantuan sosial berupa makanan pokok, bantuan kesehatan, membantu teman yang kesulitan mengerti pelajaran sekolah, dan lain-lain.
Kita dengan penuh sukacita mau berbagi segala berkat yang kita terima agar orang lain juga merasakan dan menerima berkat yang Tuhan berikan kepada kita. Semua itu dilakukan sebagai tanda kasih kita kepada Dia yang sudah begitu mengasihi kita.
Jadi, untuk memiliki kemurahan, kita harus mengenal Yesus Kristus. Dengan demikian, kita mampu meneladani Kristus dan memiliki kemurahan hati seperti Kristus. Ketika kita melihat kebutuhan, pergumulan, penderitaan, dan kesedihan dalam hidup seseorang, kita menjadi tergerak, timbul belas kasihan, dan simpati, empati, bahkan dengan tindakan nyata kita rela dan mau menyatakan kasih dan kemurahan kepada orang itu (Mrk. 1:40-45; Mat. 9:35-38). Alkitab memberi tahu kita bahwa Tuhan Yesus menyatakan kemurahan-Nya dengan menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, memberi makan 5.000 orang laki-laki, menolong perempuan yang dilempar dengan batu, dan lain sebagainya. Tuhan Yesus adalah Allah penuh kemurahan.

