Kapan Gereja itu ada?
Di dalam Kisah Para Rasul 2, pada hari Pentakosta berkumpullah banyak orang di Yerusalem. Mereka datang dari berbagai wilayah. Tiba-tiba turunlah Roh Kudus ke atas para rasul yang ada di sana. Pada saat Pentakosta, ada dua hal yang terjadi:
- Roh Kudus memenuhi para rasul.
Roh Kudus memimpin para rasul berbicara dengan berbagai bahasa yang dimengerti oleh banyak orang. Padahal para rasul itu berasal dari daerah Galilea, namun orang banyak itu mengerti bahasa mereka sendiri, seperti bahasa Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, Roma, Kreta, dan Arab. Peristiwa ini terjadi supaya banyak orang yang dapat mendengarkan dan mengerti firman Tuhan. - Kuasa penginjilan dinyatakan sehingga orang-orang yang bertobat juga menerima kuasa Roh Kudus.
Pertobatan adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita. Kalau Tuhan tidak memberikan anugerah-Nya, maka tidak ada satu orang pun dapat bertobat. Pada saat Hari Pentakosta itu, Rasul Petrus berkhotbah, menginjili banyak orang yang datang, dan sekitar 3.000 orang bertobat serta mau sungguh-sungguh percaya Yesus Kristus.
Pekerjaan terbesar Allah bagi Gereja-Nya adalah diberikan Roh Kudus. Dengan turunnya Roh Kudus, Gereja didirikan. Pada zaman itu, gedung gereja belum seperti sekarang yang dibangun secara permanen dan memakai salib di atasnya. Orang Kristen mula-mula memberikan rumah mereka sebagai tempat beribadah. Mereka beribadah dari satu rumah ke rumah lainnya. Karena jumlah orang percaya semakin hari semakin bertambah, maka rumah jemaat yang dipakai untuk beribadah pun semakin banyak jumlahnya.
Demikianlah Gereja Tuhan ada di tengah-tengah dunia ini. Pada hari Pentakosta, Allah bukan hanya memberikan Roh Kudus, Allah juga menghadirkan Gereja-Nya di dunia ini. Terpujilah Tuhan!

