Artikel Renungan

Benih yang Jatuh di Tanah yang Berbatu

June 17, 2026

Kali ini ada cerita dari Einstein. Einstein adalah salah satu murid SD di Sekolah Bangsa. Vano adalah teman dekat Einstein. Hari itu adalah hari ulangan Matematika. Vano tidak belajar. Vano meminta contekan kepada Einstein. “Einstein, beri aku contekan ya, kalau kamu tidak kasih, nanti kita tidak teman lagi!”

Einstein pun ingat. Sekolah minggu kemarin, Einstein belajar tidak boleh curang. Berbuat curang adalah kekejian bagi Tuhan (Ul. 25:16). Berbuat curang itu berdosa. Waktu di sekolah minggu, Einstein sudah berjanji, Einstein tidak mau berbuat curang. Einstein tidak mau mencontek. Tetapi, Einstein takut kehilangan teman. Einstein tetap beri contekan kepada Vano.

Cerita ini seperti benih yang jatuh di tanah berbatu. Alkitab berkata, ”Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar” (Mat. 13:5-6). Einstein sudah mendengar dan menerima Firman Tuhan. Namun Einstein takut kehilangan teman. Einstein meninggalkan Firman Tuhan.

Padahal Tuhan Yesus mau kita taat firman-Nya. Meskipun kita tidak punya teman. Firman Tuhan harus tetap ditaati. Yuk kita berdoa agar Firman Tuhan bisa terus kita pegang. Meskipun sulit, kita tetap taat Firman Tuhan.